Ada sebuah cerita yang datang dari suatu pengalaman. Ada sebuah harapan yang datang dari suatu mimpi. Ada rasa kecewa yang datang dari suatu harapan. Prinsip "sebab-akibat" selalu terus berulang dalam setiap hembus nafas manusia. Ada seseorang yang mengeluh akan hidupnya, mendapatkan momen yang membuatnya merasa hidupnya dengan takdir terburuk. Dan saya pernah merasakannya (mungkin setiap manusia pun pernah). Tapi pernakah kamu berfikir jika kamu mendapatkan sesuatu peristiwa yang buruk itu bisa saja bermula dari perbuatan yang buruk dari yang kamu lakukan bahkan walaupun itu sudah jauh hari terjadi. Misalnya, ada seseorang yang cuti bekerja untuk pulang kampung menjenguk keluarga, selama di perjalanan menggunakan angkutan umum (bisa bus, kereta, dll) ada pengemis/pengamen yang dateng meminta sedikit rezeki tapi ia tak mengeluarkan uangnya untuk memberi mereka sepeserpun (sedikitpun). Selama di kampung ia menghabiskan uangnya untuk pergi bersama keluarga dan menyisakan hanya biaya tunai untuk ongkos pulang. Ketika tibanya untuk pulang dan tanpa ia pernah diduga ketika di tengah perjalanan ia mengalami penjambretan tas kecil (tas tukang kredit hehe) yang berisi dompet, gadget, atm, kartu2 penting semuanya berada didalamnya dan hilang bersama si penjambret yang berlari kencang dan menghilang di bawa arah angin. Walau ia berlari turun dari kendaraan untuk mengejar dan akhirnya gagal karena penjambret yang bekelompok, ada yang mempunyai tugas untuk membantu pelarian. Si korban pun terdiam berfikir, bingung, uangnya pun kurang karena ia sudah turun dari angkutan umum, butuh waktu lama untuknya mencari bantuan sehingga tidak dapat pulang tepat waktu. Sampe rumah tiba kelelahan tidak masuk kerja. Bagaikan jatuh tertimpa tangga nyebur ke empang, ia pun di telepon oleh atasannya dan diberhentikan dari pekerjaan yang sudah bertahun-tahun lamanya ia bangun.
Setiap orang pasti ada kisah yang berbeda dengan latar belakang yang timbul berbeda pula, tapi itu hanya sebagai pendapat saya. Berawal dari filosofi "Apa yang kita tanam hari ini adalah apa yang akan kita petik kelak" , setiap waktu yang kita lalui seperti terhubung selalu tak pernah putus. Jika yang kita tanam baik maka hasilnya akan baik pula. Jadi, tak perlu berprasangka buruk terhadap sang pencipta , tugas kita hanya berbuat baik terus sepanjang hidup walau manusia merupakan tempatnya "lupa dan salah".
Menurut saya, Cobaan/masalah itu seperti jalan berlubang/rusak di jalanan yang selihai-lihai nya kita coba untuk hindari pasti kita juga harus siap menerimanya dengan mengurangi kecepatan kendaraan. Dengan mempersiapkan diri kita bisa meminimalisir resiko yang akan terjadi jadi karena hidup itu adalah resiko kalau tak mau punya resiko hidup ya tak usah hidup. Dengan adanya masalah itu kita mendapatkan pengalaman yang berharga. Seperti halnya ketika kita mengenai lubang pada hari ini akan membuat kita tahu dan dapat menghindarinya di esok hari , dari sinilah bukti bahwa "pengalaman adalah guru terbaik" karena itu adalah realitas yang dihadapi langsung tanpa perantara.
This is my first note, I need suggest to make me better
Regards, Ahmad Nurmansyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar