Sabtu, 08 Februari 2014

Kawan, Kisah indah pada usia muda

Manusia adalah makhluk sosial yang berarti manusia tak bisa hidup sendiri di dunia ini, pasti memerlukan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya. Ada saudara, tetangga, lingkungan RT, lingkungan sekolah, lingkungan kerja, dll. Di satu sisi pasti ada orang lain seperjuangan yang senasib mau satu desa, satu sekolah sampai satu bangsa bahkan sampai lintas negara yang memiliki ikatan kuat seperti saudara yaitu ikatan persahabatan. Di usia muda selain kisah cinta monyet , kisah bersama kawan-kawan adalah masa yang lebih indah. Kawan yang baik adalah kawan yang selalu mengajak ke jalan kebaikan atau sebaliknya kamu yang mengajak kawan mu. Tapi saya tak mau membahas itu terlalu jauh, hanya secara umum saja. Karena, ada kala kisah seperti di hukum bareng, berbuat jahil bersama, bandel bersama dapat mengandung makna yang mengharukan sisi kemanusian tetapi kejelakan dari perbuatan itu tak perlu di tiru. Mungkin saat ini lebih banyak anak muda yang hanya memikirkan pacaran dan terus pacaran, dia hanya datang kepada temannya di saat marahan, baru putus, atau sedang ada masalah tetapi selalu menghilang pada saat bahagia, tetapi kawan nya pasti akan tetap menerimanya datang kembali tanpa pernah memusuhinya. Well, cerita persahabatan takkan pernah dibilang sahabat jika tak ada halangan atau masalah yang datang dan dapat di lalui bersama. Saya mengutip dari sebuah kisah "Persahabatan seharusnya tidak seperti mesin kaleng, kau bisa melepas dahaga jika kau memasukkan uangmu, tapi tanpa uang kau tak mendapatkan apapun karena uang tak bisa membeli hati manusia" Jadi, salah arti apabila berfikir dengan harta akan dapat membeli persahabatan. Ketika kau ada masalah dan kau tak berani bilang kepada siapapun pasti disana ada sahabat yang dapat membuatmu bisa meluapkan semua masalah dan membantu menyelasaikannya. Hidup dengan banyak teman pasti menyenangkan tapi jika tak ada satu orang yang membenci mu , kau sedang melakukan tindakan yang membosankan. Itu pernah dikutip dari seorang sammy "notaslimboy" dia bilang "If nobody hates you, you're do something boring" karena pasti ada saja manusia yang berselisih paham dan menimbulkan persaingan yang keras. 
Ada peribahasa seperti ini, Curiga 1x terhadap musuh dan curiga 3x terhadap teman. Kenapa pada peribahasa ini disuruh curiga 3x terhadap teman ? karena teman lebih mengetahui diri kita daripada musuh.Tetapi yang namanya sahabat tak seharusnya menikam sahabat sendiri. Walau hati manusia dapat berubah seiring berjalannya waktu dan perpisahan yang dialami. Tapi, untuk semua teman-teman, kawan-kawan, sahabat-sahabat saya apabila kalian membaca ini saya ingin menunjukka, "saya bengga kalian ada dalam kisah hidup saya". Semua kisah yang di lalui menjadi masa yang akan saya paling rindukan. Jika dalam pacaran kisah takkkan pernah selama seperti bersahabat, dengan sahabat sudah lebih berbelas-belas tahun saya lalui, semoga sampai nanti. Arti sahabat itu akan selalu berbeda beda karena dengan seiring kisah yang di lalui akan melahirkan kepercayaan sendiri dari kepercayaan itu lah yang menimbulkan arti sahabat. tapi satu yang pasti jangan pernah mencari teman dengan latar belakang tapi lihat dari tindakan.


Kamis, 06 Februari 2014

Napak Tilas Kehidupan

Ada sebuah cerita yang datang dari suatu pengalaman. Ada sebuah harapan yang datang dari suatu mimpi. Ada rasa kecewa yang datang dari suatu harapan. Prinsip "sebab-akibat" selalu terus berulang dalam setiap hembus nafas manusia. Ada seseorang yang mengeluh akan hidupnya, mendapatkan momen yang membuatnya merasa hidupnya dengan takdir terburuk. Dan saya pernah merasakannya (mungkin setiap manusia pun pernah). Tapi pernakah kamu berfikir jika kamu mendapatkan sesuatu peristiwa yang buruk itu bisa saja bermula dari perbuatan yang buruk dari yang kamu lakukan bahkan walaupun itu sudah jauh hari terjadi. Misalnya, ada seseorang yang cuti bekerja untuk pulang kampung menjenguk keluarga, selama di perjalanan menggunakan angkutan umum (bisa bus, kereta, dll) ada pengemis/pengamen yang dateng meminta sedikit rezeki tapi ia tak mengeluarkan uangnya untuk memberi mereka sepeserpun (sedikitpun). Selama di kampung ia menghabiskan uangnya untuk pergi bersama keluarga dan menyisakan hanya biaya tunai untuk ongkos pulang. Ketika tibanya untuk pulang dan tanpa ia pernah diduga ketika di tengah perjalanan ia mengalami penjambretan tas kecil (tas tukang kredit hehe) yang berisi dompet, gadget, atm, kartu2 penting semuanya berada didalamnya dan hilang bersama si penjambret yang berlari kencang dan menghilang di bawa arah angin. Walau ia berlari turun dari kendaraan untuk mengejar dan akhirnya gagal karena penjambret yang bekelompok, ada yang mempunyai tugas untuk membantu pelarian. Si korban pun terdiam berfikir, bingung, uangnya pun kurang karena ia sudah turun dari angkutan umum, butuh waktu lama untuknya mencari bantuan sehingga tidak dapat pulang tepat waktu. Sampe rumah tiba kelelahan tidak masuk kerja. Bagaikan jatuh tertimpa tangga nyebur ke empang, ia pun di telepon oleh atasannya dan diberhentikan dari pekerjaan yang sudah bertahun-tahun lamanya ia bangun.
Setiap orang pasti ada kisah yang berbeda dengan latar belakang yang timbul berbeda pula, tapi itu hanya sebagai pendapat saya. Berawal dari filosofi "Apa yang kita tanam hari ini adalah apa yang akan kita petik kelak" , setiap waktu yang kita lalui seperti terhubung selalu tak pernah putus. Jika yang kita tanam baik maka hasilnya akan baik pula. Jadi, tak perlu berprasangka buruk terhadap sang pencipta , tugas kita hanya berbuat baik terus sepanjang hidup walau manusia merupakan tempatnya "lupa dan salah". 
Menurut saya, Cobaan/masalah itu seperti jalan berlubang/rusak di jalanan yang selihai-lihai nya kita coba untuk hindari pasti kita juga harus siap menerimanya dengan mengurangi kecepatan kendaraan. Dengan mempersiapkan diri kita bisa meminimalisir resiko yang akan terjadi jadi karena hidup itu adalah resiko kalau tak mau punya resiko hidup ya tak usah hidup. Dengan adanya masalah itu kita mendapatkan pengalaman yang berharga. Seperti halnya ketika kita mengenai lubang pada hari ini akan membuat kita tahu dan dapat menghindarinya di esok hari , dari sinilah bukti bahwa "pengalaman adalah guru terbaik" karena itu adalah realitas yang dihadapi langsung tanpa perantara.


This is my first note, I need suggest to make me better

Regards, Ahmad Nurmansyah